Peningkatan Konsentrasi CO2 Pasca Revolusi Industri
adadehloe.blog.friendster.com– Kalau kita melihat hasil penelitian IPCC, setelah revolusi industri dimana kita menemukan teknologi, memang ada kenaikan sangat signifikan. Konsentrasi CO2 yang semula hanya 280 ppm sekarang menjadi 373 ppm. Padahal tingkat 280 ppm itu selama 1700 tahun. Jadi terlihat sekali bahwa pembuangan gas rumah kaca CO2 dari pemakaian energi memang sangat signifikan. Saya tidak mengatakan dan selalu menghindari mengatakan bahwa itu kesalahan teknologi atau mengapa teknologi itu ada. Sebenarnya teknologi tiu hanya membantu manusia. Namun manusia yang kadang-kadang lupa bahwa memakai teknologi tidak efisien dan tidak efektif.
Mungkin kalau dikatakan karena salah industri, maka yang salah terutama adalah Negara industri. Seperti halnya AS, juga ada negara-negara Eropa seperti Rusia, dan tentunya Inggris. Mereka diwajibkan untuk menurunkan emisi gas CO2-nya, seperti terdapat pada Perjanjian Kyoto/ Kyoto Protocol.
Tetapi daftar yang dibuat pada 1990 itu tersandung masalah, saat George Bush terpilih sebagai presiden AS pada tahun 2000 lalu sampai dengan 2009 ini, sebelum digantikan Barrack Obama. Walaupun dalam kampanye Bush mengatakan akan menghormati itu tapi diam-diam tidak melanjutkannya. Bahkan Perjanjian Kyoto tidak diratifikasi.
Disana Amerika diminta menurunkan sepertiga penggunaan emisinya karena memang secara total mereka yang paling besar penggunaannya. Ini berdasarkan perhitungan IPCC. Mereka adalah kelompok peneliti dan ilmuwan dari perubahan iklim dan diakui oleh pemerintah.
Argumentasi pemerintahan Bush itu bisa jadi karena Amerika memang sudah maju tapi mereka masih melakukan pembangunan industri. Jadi dikotomi antara pembangunan dan ekologi. Padahal sebetulnya itu tidak benar karena kita masih bisa melakukan pembangunan tetapi memilih cara yang lebih baik.